TIK dlm pemb. yg dibarengi dgn kemajuan pend.moral

Posted: August 6, 2011 in Tugas UAS ICT

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN YANG DIBARENGI DENGAN KEMAJUAN PENDIDIKAN MORAL

oleh :
Murtini (0908056035)

Mata Kuliah : ICT  ( UAS )
Dosen : Hartoyo, M.A.Ph.D
Fakultas : Pasca Sarjana ( UHAMKA)
Jurusan : Magister Bahasa
Prog.Studi : Magister Pend. Bahasa Indonesia
Semester : III ( Tiga )
Angkatan : VII ( Tujuh )

ABSTRAK
Artikel ini disajikan bertujuan ingin memaparkan keuntungan dan kerugian dari pemanfaatan Information and Communication Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT/TIK) dalam kegiatan proses pembelajaran bahasa. Temuan yang didapat bahwa penggunaan ICT/TIK dalam proses pembelajaran bahasa memiliki efek positif dalam pencapaian hasil pembelajaran. Walau demikian, tetap masih memiliki keterbatasan dan kelemahan. Seperti masih kurangnya kemampuan guru dalam pemanfaatan ICT, masalah finansial, dan masalah keterbatasan pengetahuan tentang ICT atau ketidaksiapan siswa memanfaatkan ICT secara optimal.
Di sini penulis ingin mengajak atau berkomitmen bahwa kita harus menyadari, baik keuntungan maupun kerugian dari penggunaan ICT/TIK, sehingga bisa membawa dampak positif dalam peningkatan proses pembelajaran bahasa.secara utuh.

A. PENDAHULUAN

Saat ini TIK berkembang sangat pesat. Dengan pesatnya perkembangan TIK tentu saja memiliki dampak positif dan negatifnya. TIK saat ini juga berpengaruh terhadap kehidupan. Dalam kehidupan di abad modern sekarang ini hampir tak ada ranah kehidupan sosial manusia yang tak tersentuh oleh pesatnya laju teknologi.
Melihat hal tersebut, salah satu kebijakan pembangunan pendidikan seperti yang tertuang dalam RENSTRA (rencana strategis) Kementerian Pendidikan Nasional adalah pemanfaatan ICT atau TIK. Pemanfaatan ICT dalam pengelolaan manajemen pendidikan maupun pemanfaatan ICT dalam berbagai kegiatan pendidikan, terutama dalam kegiatan proses pembelajaran.
Kini salah satu kebijakan pemanfaatan ICT/TIK Kemdiknas untuk pendidikan adalah membangun jejaring (network) pendidikan nasional.

B. PEMBAHASAN
1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam dan melestarikan pengetahuan tersebut secara konseptual dan sistematis. Sedangkan teknologi adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk kepentingan dan kesejahteraan. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu pengetahuan selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Tidak mengherankan bahwa bukan saja perkembangannya semakin cepat tapi peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat modern bertambah lama bertambah penting. Sejalan dengan itu, produk teknologi tidak secara langsung digunakan sebagai alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran. Teknologi yang secara langsung relevan dengan pembelajaran adalah yang disesuaikan dengan makna tujuan pembelajaran itu sendiri.
Teknologi informasi dan komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat., Teknologi informasi lebih pada system pengolahan informasi sedangkan teknologi komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi (information delivery). Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah memadukan dua unsure, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi menjadi teknologi informasi dan komunikasi. Dengan tujuan siswa dan guru memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi bersama-sama.

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang dengan pesat.Hal ini dipicu dengan adanya berbagai penemuan baru hasil penelitian para pakar dalam bidang teknologi. Perkembangan TIK berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Bahkan, banyak aktivitas dan prilaku manusia yang bergantung pada TIK termasuk di dalamnya kegiatan pembelajaran.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke, di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.

Menyadari hal tersebut, perlu adanya pemanfaatan TIK yang lebih maksimal dalam pembelajaran di sekolah dengan tujuan peningkatan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. Dengan cara inilah perubahan peningkatan mutu pendidikan akan tercapai.
2. TIK dalam Pembelajaran

Potensi TIK sangat besar dalam menunjang optimalisasi sekolah. Oleh karena itu, TIK memiliki peranan di antaranya:
1. memperluas kesempatan belajar;
2. meningkatkan efisiensi belajar;
3. meningkatkan kualitas belajr;
4. meningkatkan kualitas mengajar;
5. memfasilitasi pembentukan keterampilan;
6. mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan;
7. meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen;
8. mengurangi kesenjangan digital.

Selain itu, TIK juga dapat membantu menciptakan kondisi belajar yang kondusif bagi mental siswa, peran penting dari teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah menyediakan seperangkat media dan alat (tools) untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan siswa, serta tentu saja memberi keterampilan penggunaan teknologi tinggi (advanced skills).

Menurut Reeves (1998) untuk kepentingan pembelajaran di sekolah terdapat dua pendekatan pokok dalam penggunaan teknologi, yaitu para siswa dapat belajar “dari” dan “dengan” teknologi. Belajar “dari” teknologi dilakukan seperti dalam penggunaan computer-based instruction (tutorial) atau integrated learning system. Belajar “dengan” teknologi adalah menggunakan teknologi dalam lingkungan pembelajaran konstruktivisme (contructivist learning environments).

Dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, para ahli meneliti dan mengembangkan berbagai model, lanjut Woodbridge (2004). Beberapa catatan penting dari model tersebut adalah:
1. Teknologi (TIK) berperan pada tiga fungsi: pertama menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasyikan (efek emosi). Kedua membekali kecakapan siswa untuk menggunakan teknologi tinggi. Ini menjawab tantangn relevansinya dengan dunia di luar sekolah. Ketiga teknologi berfungsi sebagai learning tools dengan program-program aflikasi dan utilitas, yang selain mempermudah dan mempercepat pekerjaan, juga memperbanyak variasi dan teknik-teknik analisis dan interpretasi.
2. Emosi positif, keterampilan menggunakan teknologi dan kecakapan dalam memanfaatkan program-program dan utilitas itu merupakan bekal dan conditioning yang positif bagi pengembangan kemampuan intelektual siswa melalui:
a. pengembangan kemampuan mencipta, memanipulasi, dan belajar;
b. berlatih dengan tugas-tugas yang berbasis penyelesaian masalah
c. membangun lingkungan belajar konstruktivis.
3. TIK dalam Pembelajaran Bahasa
Memasuki abad ke-21 bidang TIK berkembang dengan pesat yang dipicu oleh temuan dalam berbagai bidang. Perkembangan ini berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, bahkan prilaku dan aktivitas manusia ini banyak bergantung kepada TIK. Perkembangan TIK telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu dari ruang kelas ke, di mana saja, dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja.

Interaksi antara guru dengan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula, siswa dapat memperoleh informasi yang luas dari berbagai sumber melalui internet.
Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya mampu memberikan konstribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan.
Mengingat eratnya hubungan TIK dalam peningkatan mutu pendidikan, maka dalam pembelajaran bahasa seorang guru dituntut untuk melek teknologi yang selanjutnya akan menguasai keterampilan dan kecakapan yang luas tentang TIK. Hartoyo (2010) di samping meningkatkan kecakapan dalam menggunakan TIK, guru mengemban peran baru berhubungan dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa. Peran baru guru dalam lingkungan sarat TIK adalah sebagai berikut:
1. Guru sebagai fasilitator dan pemandu;
2. Guru sebagai interogator media;
3. Guru sebagai peneliti;
4. Guru sebagai perancang skenario pembelajaran yang kompleks;
5. Guru sebagai kolaborator;
6. Guru sebagai pakar teknologi, siswa, dan kurikulum;
7. Guru sebagai pelajar
8. Guru sebagai evaluator.

Selanjutnya Hartoyo (2010) mengemukakan beberapa persyaratan untuk mencapai perpaduan TIK dalam pembelajaran bahasa [Inggris] yang berhasil adalah: 1) keterjangkauan; 2) personil; 3) pelatihan guru; 4) kesungguhan dalam pemanfatan TIK; 5) pendekatan pembelajaran bahasa yang berpusat pada siswa; 6) komitmen penuh dari seluruh komunitas sekolah; 7) kelas belajar dengan visi, dukungan dan kepemimpinan proaktif. Yang perlu disadari oleh semua guru bahasa dalam meningkatkan mutu pendidikan, ICT/TIK tidak serta merta membawa kita pada budaya belajar baru, namun hanya menawarkan perubahan ke arah perbaikan mutu atau hasil pembelajaran bahasa yang lebih baik.

Sebelum membahas tentang kekurangan dan kelebihan pembelajaran bahasa memanfaatkan ICT/TIK. Alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurang ICT/komputer. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan komputer atau ICT dalam proses pembelajaran, di antaranya:

1. Kelebihan Komputer/ ICT

Heinich dkk. (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan juga kelemahan yang ada pada medium komputer/ICT Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Penggunaan komputer dalam jarak jauh memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan.
Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi siswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar siswa.

Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.

Keuntungan lain dari penggunaan ICT dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer dapat digunakan untuk menganalisis sebuah dialog atau percakapan antar tokoh dalam pembelajaran drama/ teather.

2. Kekurangan Komputer/ ICT

Selanjutnya Benny dan Tita (2000) memberi penjelasan. Di samping memiliki sejumlah kelebihan, komputer/ICT sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Di samping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memerlukan biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu, pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan.
Masalah lain adalah compability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama.

Di samping kedua hal di atas, merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.

Beberapa manfaat atau kegunaan ICT dalam pembelajaran bahasa, sebagai berikut a. membantu meningkatkan pemahaman terhadap materi ajar, b. memungkinkan pemahaman individual c. memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran d. lebih memantapkan pembelajaran dengan berbagai rujukan. memungkinkan belajar seketika f. memungkinkan penyajian materi ajar lebih luas dan merata
Selain itu, masih ada beberapa manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bahasa yaitu: a.meningkatkan motivasi siswa b. digital portofolio efektif dan efisien c. menambah wawasan dan cakrawala berpikir d.. menumbuhkan jiwa kebersamaan.
Secara umum manfaat adanya teknologi pendidikan menurut Harjanto (1997) adalah : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya) 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. 3) Dengan menggunakan teknologi atau media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Sebagai mana telah dipaparkan di atas bahwa penggunaan alat-alat teknologi/ ICT selain memiliki manfaat yang besar juga memilki kelemahan-kelemaha. Berikut kelemahan-kelemahan tersebut diantanya: adanya ancaman virus, kurangnya interaksi guru dengan siswa, sehingga kurang dapat menanamkan nilai-nilai moral (value).

Kemajuan TIK
Kemajuan TIK meningkat dengan cepat, terutama dalam jaringan komputer. Sekitar tahun 1988, jaringan komputer sudah mulai digunakan di universitas-universitas dan perusahaan. Dengan jaringan komputer tersebut segala pekerjaan diharapkan selesai dengan cepat. Jaringan komputer ini mampu menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya. Salah satu contoh jaringan komputer adalah internet.
Internet dapat di gunakan untuk berbagai macam hal, contoh seperti mencari bahan naskah atau mengakses fitur lain. Internet merupakan sebuah jaringan raksasa yang telah menjadi realitas dalam kebutuhan informasi dan komunikasi jutaan manusia di dunia ini.
Teknologi jaringan yang semakin maju perlu didukung oleh perangkat keras dan perangkat lunak jaringannya. Dalam perkembangan pertamanya, jaringan komputer masih menggunakan kabel koaksial. Namun kini jaringan komputer digunakan dengan kabeldari fiber optics atau yang disebut dengan serat optik, atau bisa juga dengan komunikasi tanpa kabel atau yang disebut dengan nirkabel.
Awal konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika Serikat dari proyek pengembangan komputer Model I di Laboraturium Bell dan juga dari grup riset Harvard University yang dipimpin oleh Profesor Howard Aiken. Pada tahun 1950-an muncul komputer basar yang diberi nama superkomputer.
Komputer dapat melayani beberapa terminal komputer. Pada saat ini konsep jaringan dikenal dengan nama TSS atau Time Sharing System (waktu berbagi sistem) dimana pada sistem ini jaringan beberapa komputer terminal terhubung secara seri ke sebuah beberapa komputer utama atau host computer.
Membahas Masalah TIK
Menurut kebanyakan orang, kemajuan teknologi komunikasi informasi mungkin dianggap sebagai kepentingan Seharusnya begitu. Teknologi komunikasi informasi dianggap sebagai bagian kehidupan, seperti bernapas, menyetir mobil, membuka lemari es, dan sejenisnya. Sesederhana itu.
Pada kenyataannya, ternyata tidak sesederhana itu. Dia menjadi sederhana karena para penggunanya terbiasa menggunakannya. Kebiasaan untuk menggunakan pun menjadi sebuah proses yang panjang, dari kesalahan demi kesalahan, keberhasilan demi keberhasilan, sampai kita memahami dan menguasai prinsip-prinsip dasar yang menopang teknologi informasi komunikasi.
Dalam lingkup pekerjaan wartawan, teknologi informasi komunikasi menjadi sebuah isu krusial. Wartawan akan selalu balapan dengan waktu untuk menerbitkan tulisan-tulisannya di surat kabar. Dan waktu menjadi sesuatu yang konstan, tidak pernah berubah dan selalu ada dalam batasan-batasan yang tidak pernah bisa diterobos.
Dengan teknologi komunikasi informasi, waktu bisa didekati dengan mempercepat proses penulisan, baik itu menulisnya sendiri maupun proses pengiriman kembali ke redaksi. Teknologi komunikasi informasi pada tingkat yang paling awal sekitar 20 tahun lalu memberikan makna yang sangat penting dalam menopang pekerjaan wartawan.
Jadi pada saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi bukan lagi hal yang asing, tetapi Teknologi Informasi dan Komunikasi ini sudah banyak dikenal dan mewabah hampir seluruh penjuru dunia untuk menggunakannya.
Keuntungan dan Kerugian dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.

A. Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya
6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
B. Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
C. Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
1. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
1. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
2. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
D. Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
1. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
2. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.

Pendidikan Moral Manusia
Mengingat perkembangan moral manusia pada bahasan yang lalu, maka tentu akan ada sebuah proses yang tak lepas dari perkembangan moral itu sendiri. Proses yang dimaksud adalah yang disebut dengan pendidikan. Pendidikan moral sangatlah perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik , serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri.
Di Indonesia pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan. Di Sekolah Dasar perkembangan pendidikan moral tak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur yang ada dalam tatanan moral bangsa Indonesia yang termaktub jelas dalam Pancasila sebagai dasar Negara.
Pendidikan Moral Pancasila, yang sejak dari pendidikan dasar telah diajarkan tentu memiliki tujuan yang sangat mulia, tiada lain untuk membentuk anak negeri sebagai individu yang beragama, memiliki rasa kemanusiaan, tenggang rasa demi persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah untuk kerakyatan serta berkeadilan hakiki.
Berangkat dari tujuan tersebut diatas maka dalam pelaksanaannya terdapat tiga faktor penting dalam pendidikan moral di Indonesia yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Peserta didik yang sejatinya memiliki tingkat kesadaran dan dan perbedaan perkembangan kesadaran moral yang tidak merata maka perlu dilakukan identifikasi yang berujung pada sebuah pengertian mengenai kondisi perkembangan moral dari peserta didik itu sendiri.
2. Nilai-nilai (moral) Pancasila, berdasarkan tahapan kesadaran dan perkembangan moral manusia maka perlu di ketahui pula tingkat tahapan kemampuan peserta didik. Hal ini penting mengingat dengan tahapan dan tingkatan yang berbeda itu pula maka semua nilai-nilai moral yang terkandung dalam penididkan moral tersebut memiliki batasan-batasan tertentu untuk dapat terpatri pada kesadaran moral peserta didik. Dengan kata lain, kalaulah pancasila memiliki 36 butir nilai moral, maka harus difahami pula proses pemahaman peserta didik berdasar pada tingkat kesadaran dan tingkat kekuatan nilai kesadaran itu sendiri.
3. Guru Sebagai fasilitator, apabila kita kembali mengingat teori perkembangan moral manusia dari Kohlberg dengan 4 dalilnya maka guru seyogyanya adalah fasilitator yang memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memahami dan menghayati nilai-nilai pendidikan moral itu.
Dengan memperhatikan tiga hal diatas maka proses perkembangan moral manusia yang berjalan dalam jalur pendidikan tentu akan berjalan sesuai dengan tahapan perkembangan moral pada tiap diri manusia. Pengetahuan yang tinggi, tidak menjamin seseorang bisa memiliki moral yang baik. Namun, ketika anak-anak memiliki moral yang baik, otomatis mereka bisa menilai mana pendidikan yang baik dan buruk,”
Melihat pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini terkadang merubah tingkah laku dan kebiasaan dari pola hidup dan cara berfikir manusia. Perubahan ini berpengaruh terhadap cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang yang biasanya melakukan komunikasi secara langsung dengan orang lain atau berinteraksi secara fisik, oleh karena perkembangan teknologi internet dan email maka interaksi tersebut menjadi berkurang. Bahkan dengan tekhnologi Handphone sekarang manusia sudah tidak memikirkan jarak dan waktu dalam berinteraksi.
Teknologi sebenarnya hanya sebagai alat. Faktor yang terpenting adalah manusia itu sendiri. Jangan sampai manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh teknologi tetapi kita harus bisa mengalahkan tekhnologi, karena teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan aktifitasnya. Semakin pesatnya teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini menunjukkan bahwa tidak adanya batas antara mana yang bersifat publik dan mana yang bersifat privasi. Teknologi yang ada terutama internet juga memberikan berbagai macam efek terhadap pola hidup manusia, sangat bermanfaat sebagai media untuk belajar, komunikasi promosi,dan sebagainya.
Teknologi juga tidak sedikit yang memiliki muatan yang tidak ramah, khususnya bagi anak-anak. Contohnya Konten bermuatan pornografi yang marak dan hanya menguntungkan salah satu pihak, tanpa memperhatikan dampak sosial yang lain. Pelanggaran-pelanggaran juga sering terjadi dalam dunia teknologi, mulai dari pelanggaran hak cipta, pencemaran nama baik, cyberstalking, spamming, hacking maupun cracking. Dari sini etika sangat diperlukan, bagaimana sikap kita dalam berteknologi dan saat menjelajahi dunia maya atau cyberworld. Ketika kita menulis atau posting, atau saat blogwalking, atau menulis status di facebook atau yang lainnya, apakah kata -kata kita mengenai sesuatu itu tergolong baik atau buruk, dan menyinggung perasaan orang lain atau tidak. dan apa dampaknya. Kerap sekali terjadi pelecehan dimana-mana, mulai dari pelecehan agama, ras, suku bangsa dan negara dan itu terjadi didunia maya.
Kita sebagai pengguna teknologi seharusnya dapat dan mau belajar mengenai norma-norma dan etika dalam menggunakan teknologi baik itu komputer, internet dan teknologi lainnya. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran dalam berteknologi apalagi sampai merugikan orang lain, menggunakan komputer untuk mencuri, mengganggu hak atau karya orang lain dan sebagainya. Hendaknya kita selalu mempertimbangkan dan menaruh respek terhadap sesama saat menggunakan Teknologi.
Apalagi sekarang telah ada UU ITE yang mengatur tentang Informasi dan transaksi elektronik. Sanksi yang diberikan kepada para pelanggar teknologi atas hak dan privasi seseorang dan kejahatan di dunia online setidaknya dapat memberi efek jera kepada mereka, sehingga tidak lagi terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran berikutnya. Hukum juga sebaiknya memberikan perlindungan yang menyeluruh terhadap privasi seseorang, termasuk dalam dunia maya. Jika kita selalu beretika dalam berteknologi, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, secara baik dan benar maka semuanya akan dapat berjalan secara selaras dan seimbang.
PENUTUP
1. Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik simpulan bahwa peningkatan kualitas pendidikan atau pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan media teknologi yang maksimal dan dibarengi dengan kesadaran para guru untuk terus belajar beradaptasi dengan perkembangan teknologi (ICT).
2. Rekomendasi
Begitu sangat pentingnya peningkatan mutu pendidikan atau pembelajaran bahasa dengan ini direkomendasikan bahwa sudah saatnya lembaga pendidikan membuka diri untuk dapat memanfatkan ICT/TIK sebagai media yang efektif dalam kegiatan pembelajaran. Namun, dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Hartoyo. 2010.Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Bahasa. Semarang: Pelita Insani.

Reeves, T.C. 1998. The Impact of Media and Technology in School, a Rresearch Report Prepared for the Bertelsmann Foundation. Ameika Serikat: University of Georgia.

Rulam. 2009. Peranan Teknologi Informasi dalam Kegiatan Pembelajaran. Diambil 30 Januari 2011. dari Info Diknas.com.

Saputro, Uji. at all. Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Solo: Tiga Serangkai.
Woodbridge, J. 2004. Technologi Integration as a Transformation Teaching Strategy..
http://sylvie.edublogs.org/2006/09/19/pendidikan-moral-manusia/
http://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalam-penggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/
http://wss-id.org/blogs/sienta/archive/2007/09/25/kemajuan-tik.aspx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s